Analisa Laporan Neraca Satuan Kerja
Sebelum menuangkan Laporan ke dalam CaLK, kita harus melakukan analisa laporan terlebih dahulu. Melakukan analisa atas laporan yang dihasilkan merupakan hal yang harus kita lakukan setelah selesai melakukan input data. Dengan adanya bantuan aplikasi yang membuat segala sesuatu serba otomatis seringkali membuat kita merasa bahwa hasilnya sudah pasti benar. Padahal tidaklah demikian adanya. Kalau data yang kita input ke dalam aplikasi salah, maka laporan yang dihasilkan akan salah juga (garbage in garbage out). Untuk itu kita perlu melakukan analisa atas laporan yang kita hasilkan.
Pada kesempatan ini Ben akan berbagi dengan rekan-rekan tentang cara analisa laporan neraca. Beberapa hal yang harus di analisa pada laporan neraca adalah sebagai berikut :
Kas di Bendahara Pengeluaran
Periksa saldo kas di Bendahara Pengeluaran. Apabila saldo minus, kemungkinan ada SPM/SP2D UP/TUP yang belum direkam. Apabila saldo terlalu besar, kemungkinan ada SPM/SP2D GU Nihil yang belum direkam atau ada SSBP pengembalian sisa UP/TUP yang belum direkam
Pastikan nilai akun kas di Bendahara Pengeluaran = uang muka dari KPPN
Kas Di Bendahara Penerimaan
Cermati apakah pada tanggal neraca masih terdapat kas di bendahara penerima (kas yang diterima dari PNBP) yang belum disetor ke kas negara, Jika ada sajikan nilai kas tersebut di neraca sebesar nilai yang ada pada bendahara penerima.
Pastikan nilai Akun Kas di Bendahara Penerima = Pendapatan yang Ditangguhkan
Kas Lainnya dan Setara Kas
Bunga jasa giro yang belum disetor ke kas negara
Pungutan pajak yang belum disetor ke kas negara
Penerimaan hibah langsung berupa kas (dalam/luar negeri)
Belanja yang tidak jadi direalisir atau pengembalian belanja
Belanja (gaji/honor) yang belum dibayarkan kepada yang berhak
Saldo Akun Kas Lainnya dan Setara Kas butir 1-4 = Pendapatan yang Ditangguhkan
Saldo akun Kas Lainnya dan Setara Kas butir 5 = Utang Kepada Pihak Ketiga
Persediaan
Sering terjadi tidak ada nilai persediaan pada Neraca baik pada laporan semester maupun akhir tahun. Mintalah laporan persediaan ke bagian barang.
Saldo akun Persediaan = Cadangan Persediaan
Periksa apakah masih ada akun Sebelum Disesuaikan. Akun ini masih muncul, mungkin disebabkan oleh Penerimaan ADK dari Aplikasi SIMAK-BMN belum dilakukan, Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan tetapi terdapat Aset berikut SPM/SP2D nya yang belum direkam,—Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan tetapi ada kesalahan dalam perekaman nomor SPM/SP2D ataupun jumlah rupiah SPM
Pada akhir Semester atau Tahun akun ini tidak boleh lagi muncul di neraca
Aset Tetap
Bandingkan nilai aset tetap di Neraca dengan Laporan BMN Intrakomtabel. Nilai aset tetap non KDP di neraca seharusnya sama dengan total nilai BMN di LBMN Intrakomtabel
Bandingkan pertambahan nilai aset tetap di Neraca dengan Realisasi Belanja Modal pada LRA
Jika akuntansi BMN masih dikerjakan secara manual, periksa kebenaran mapping antara laporan BMN dengan akun aset tetap di Neraca
Total nilai aset tetap harus sama dengan nilai akun Diinvestasikan Dalam Aset TetapItu tadi beberapa hal yang perlu dianalisa pada laporan Neraca. Adapun untuk laporan LRA silahkan pastikan tidak ada saldo minus pada sisa anggaran.
Semoga Bermanfaat





Posting Komentar